Sikap P3SRS Warga Terhadap Kebijakan Biaya Kelangkaan Air

Sikap P3SRS Warga Terhadap Kebijakan Biaya Kelangkaan Air

Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS)  hasil keputusan musyawarah warga di Kampus Trilogi pada 14 Juni 2015, yang diwakili oleh Bpk. Ade Tedjo Sukmono (Ketua PPPSRS) dan Bpk. Bambang Setiawan (Pembina PPPSRS), mengeluarkan sikap resmi PPPRS terhadap kebijakan biaya kelangkaan air dalam bentuk video sebagai berikut:

Berikut adalah narasi video:

Bapak & Ibu Warga Kalibata City, telah ada pengumuman biaya kelangkaan air yang meresahkan warga, yang ditandatangani oleh PPRS sementara dan P3SRS yang  dibentuk oleh pengelola di musyawarah Senayan (dengan ketua Andi setiawan) dengan nomor surat 008/ P3SRS / KC / VIII / 2016 tentang penagihan kelangkaan air di kalibata city pada tanggal 22 Agustus 2016 dan ditempel di mading setiap Tower.

Biaya ini membuat tarif air kalibata city menjadi sekitar 3× lipat dari tarif normal, dan diberlakukan surut, ditagih dari Januari 2015 Sampai Juli 2016 tanpa ada dasar hukumnya, serta diberlakukan secara mendadak tanpa sosialisasi dan musyawarah dengan warga.

Untuk mengetahui kejelasan soal keputusan ini, P3SRS yang dibentuk pemilik di musyawarah Universitas Trilogi dengan ketua yakni saya, Ade Tedjo Sukmono , melakukan pertemuan dengan Pengelola tanggal 29 Agustus di kantor pengelola.

Pertama
Dari pertemuan itu diketahui bahwa penyebab munculnya biaya kelangkaan air ini adalah karena kesalahan pelaku pembangunan.

Oleh karena itu seharusnya pelaku pembangunan yang menanggung biayanya, bukan warga yang telah menjalankan kewajiban membayar tagihan air selama ini.

Kedua, biaya ini diberlakukan secara surut mulai Januari 2015 yang tidak ada dasar hukumnya dalam peraturan hukum Indonesia.

ketiga, Orang-orang yang menandatangani keputusan itu sama sekali tak punya wewenang hukum untuk membuat keputusan tersebut.

Oleh karena itu, kami, P3SRS yang dibentuk oleh pemilik, memutuskan Tidak Membayar Biaya kelangkaan Air dan hanya membayar tarif air resmi.

Apabila warga yang turut mendukung keputusan P3SRS bentukan pemilik dengan Tidak Membayar biaya kelangkaan air mengalami pemutusan aliran air maupun listrik atau akibat-akibat lainnya, kami menyiapkan dukungan hukum maupun solidaritas warga.

Pemutusan aliran air maupun listrik selain oleh PLN atau PDAM adalah tindakan melanggar hukum. Pengelola tidak berhak melakukan pemutusan. Pemutusan atau denda semacam itu merupakan bentuk intimidasi pengelola kepada warga.

Oleh karena itu apabila ada Warga yang terkena pemutusan maka silakan menghubungi kami lewat email ke info@kalibatacity.or.id atau grup WhatsApp yang selama ini telah ada.

Ikuti perkembangan informasi perjuangan warga melalui web kalibatacity.or.id, WA grup dan facebook group komunitas warga kalibata city.

Mari kita jadikan kalcit sebagai Rumah kita yang nyaman! Dukung P3SRS dari warga , oleh warga dan untuk warga.

Merdeka!


Penting!

Sebagai bentuk penolakan terhadap biaya kelangkaan air dan dukungan kepada PPPSRS warga dalam memperjuangkannya, kami mengajak Bapak/Ibu warga Kalibata City untuk berpartisipasi mengisi surat pernyataan berikut

Download/Klik: [Surat Pernyataan] Keberatan Biaya Kelangkaan Air

Langkah yang harus Anda lakukan adalah:

  1. Mencetak, mengisi dan menandatangani surat pernyataan tersebut.
  2. Mengirimkan hasil scan/foto surat melalui email ke alamat informasi@kalibatacity.or.id dengan subject [Surat Pernyataan] tower/lantai/unit.
  3. Mengirimkan hardcopy surat pernyataan yang sudah ditandatangani melalui (salah satu dari cara berikut):
    • Mengirim melalui pos/kurir ke alamat:
      • Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Kalibata City
      • Jl. Mampang Prapatan X No. 35
      • Jakarta Selatan 12790
    • Mengumpulkan melalui Posko Warga yang akan dikabarkan melalui grup whatsapp warga Kalibata City. Jika Bapak/Ibu belum tergabung, mohon kirim nomor HP anda yang terinstall whatssapp ke info@kalibatacity.or.id untuk diundang bergabung ke grup whatsapp tersebut.
Facebooktwittermail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *