Megapolitanpos.com: Protes Biaya Kelangkaan Air, Warga Kalibata City Datangi Dinas Perumahan DKI

Megapolitanpos.com: Protes Biaya Kelangkaan Air, Warga Kalibata City Datangi Dinas Perumahan DKI

Megapolitanpos.com memuat berita terkait penolakan warga kalibata city atas penagihan biaya kelangkaan air oleh Badan Pengelola (BP) pada artikel berjudul Protes Biaya Kelangkaan Air, Warga Kalibata City Datangi Dinas Perumahan DKI yang dapat diakses pada tautan ini. Berikut adalah cuplikan beritanya:

DKI JAKARTA  

protes biaya kelangkaan air warga kalibata city datangi dinas perumahan dki

Megapolitanpos.com: Puluhan warga Kalibata City pada hari Jumat, 9 September 2016 sejak pagi mendatangi kantor Dinas Perumahan dan Gedung Pemda. Warga Kalibata City ini berasal dari perwakilan 18 tower Kalibata City. Mereka memprotes biaya kelangkaan air yang dikenakan pengelola Kalibata City kepada warga. Ada warga yang terkena tagihan kelangkaan air sebesar Rp. 14 juta. Banyak warga lain yang terkena lebih dari Rp. 3 juta.

Hal itu karena tagihan dihitung secara surut mulai Januari 2015 tanpa musyawarah sebelumnya dengan warga. Pengelola hanya melakukan pertemuan dengan segelintir pengurus P3SRS bentukan pengelola yang diketuai Andi Setiyawan. Surat keputusan biaya kelangkaan air ditandatangani oleh PPRS Sementara yakni Indra Widjaja Antono serta Budi Yanto Lusli dan P3SRS bentukan pengelola yakni Andi Setiyawan dan Khairul Aldes. Kedua institusi ini tidak punya kekuatan hukum karena dalam UU No. 20/2011, PPRS Sementara tidak dikenal dan P3SRS harus disahkan dahulu oleh Gubernur DKI sebelum berhak mengelola. Di Kalibata City terdapat 2 P3SRS yang sama-sama belum disahkan oleh Gubernur DKI. Pertama, dibentuk oleh pengelola, sementara kedua dibentuk oleh warga.

Pagi tadi, mulai pukul 09.00 WIB berlangsung pembahasan masalah Kelangkaan Air Kalibata City di kantor Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI, pertemuan ini melibatkan Dinas-Dinas terkait, developer Kalibata City yakni PT. Pradani Sukses Abadi yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Agung Podomoro Group, serta kedua Perhimpunan Penghuni dan Pemilik Satuan Rumah Susun (P3SRS) di Kalibata City. Pengelola beralasan bahwa kelangkaan air ini disebabkan oleh kurangnya pasokan dari Palyja. Namun, juru bicara Palyja telah menyatakan bahwa tidak ada kekurangan pasokan dan pasokan sudah sesuai dengan permintaan. Kasus kelangkaan air ini makin meruncingkan perselisihan antara P3SRS bentukan Pengelola dengan P3SRS bentukan warga yang diketuai Ade Tedjo Sukmono.

P3SRS warga bersikeras menolak biaya kelangkaan air karena dari pertemuan dengan pengelola Kalibata City pada tanggal 29 Agustus 2016 ditemukan kenyataan bahwa kelangkaan air sebenarnya merupakan akibat kesalahan perencanaan dan pembangunan yang dilakukan oleh pihak developer. Akibat kesalahan tersebut, puluhan miliar uang warga untuk pemeliharaan Kalibata City hilang karena digunakan untuk membeli air melalui mobil tangki. Warga memiliki bukti rekaman video lengkap pertemuan tersebut.

P3SRS warga menuntut dilakukannya audit menyeluruh terhadap sarana dan prasarana teknis Kalibata City dan audit keuangan Kalibata City mengingat jumlah uang warga yang disalurkan untuk pemeliharaan selama ini sudah mencapai ratusan miliar jumlahnya. Warga mempertanyakan apabila sesuai pengakuan pengelola kelangkaan air terjadi sejak 2013, maka kenapa pengelola tidak pernah bermusyawarah dengan warga untuk mencari solusinya, tetapi langsung membeli air dari mobil tangki.

Warga, mempertanyakan apakah ada konflik kepentingan antara perusahaan mobil tangki dengan pengelola sehingga pengelola memilih untuk memasok air dengan mobil tangki tanpa audit. Warga cemas apabila tagihan yang memberatkan ini tidak dibayar maka akan mengakibatkan air dan listrik mereka diputus oleh pengelola. Ratusan warga telah menandatangani surat pernyataan penolakan biaya kelangkaan air serta memberikan kuasa kepada P3SRS bentukan warga untuk melakukan seluruh tindakan hukum yang diperlukan.

Walaupun sebagian warga mendapat SMS dari pengelola yang menyatakan biaya kelangkaan air belum diberlakukan bulan September ini, warga khawatir biaya itu akan tetap muncul atau disisipkan secara tersembunyi dalam tagihan kepada warga karena tidak ada pengumuman resmi bahwa biaya kelangkaan air telah dicabut secara permanen. “Kelangkaan air hanyalah satu dari sekian banyak masalah di Kalibata City. Sebelumnya Pengelola terancam dicabut izinnya oleh Pemerintah karena tidak adanya Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). Bukan hanya itu, permasalahan sertifikat sampai sekarang belum didapatkan oleh warga, padahal sudah lebih dari 6 tahun sejak serah terima.” Ungkap pengakuan salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Facebooktwittermail

One thought on “Megapolitanpos.com: Protes Biaya Kelangkaan Air, Warga Kalibata City Datangi Dinas Perumahan DKI

  1. Terimakasih yaaaaa atas protesnya mewakili kami!!!!! Sampai akhirnya biaya nya dibatalkan.. Salut sujud sukur buat kawan-kawan semua xxxooo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *