Browsed by
Category: General

Data Pemilih Sementara (DPS) Pilkada DKI 2017

Data Pemilih Sementara (DPS) Pilkada DKI 2017

Kepada Yth. Warga Rusun Kalibata City.

Terkait Pilkada 2017,
Diberitakan bahwa telah terjadi perubahan jumlah TPS di Kalibata City, yang semula terdiri dari 3 TPS berubah menjadi 4 TPS.

Kepada warga Kalibata City yang belum mendaftar atau belum terdaftar pada DPS terlampir agar segera mendaftarkan diri. Pendaftaran dapat melalui koordinator Tower masing-masing atau melalui POSKO KWKC di Tower Damar.

Terlampir disampaikan DPS warga Kalcit yang telah terdaftar pada ke 4 TPS di Kalibata City.

Bila belum terdaftar segera lakukan pendaftaran sebelum tanggal 19 November 2016.

  1. tps-25-043
  2. tps-26-044
  3. tps-27-045
  4. tps-28-046
Facebooktwittermail
PILKADA DKI 2017: Pendaftaran Pemilih Kalibata City

PILKADA DKI 2017: Pendaftaran Pemilih Kalibata City

PENJELASAN PENGISIAN PENDAFTARAN PEMILIH


  1. Pendaftar adalah warga Kalibata City yang telah terdaftar pada Kartu Keluarga Kelurahan Rawajati, atau
  2. Warga Kalibata City yang telah ber KTP DKI Jakarta, tetapi tidak terdaftar di Kelurahan Rawajati dan memilih untuk melakukan pemilihan di Kalibata City harus membuat pernyataan (Formulir terlampir).
  3. Setiap Kartu Keluarga (KK) mengisi satu formulir MODEL A.A1-KWK dan dilampiri fotokopi KK dan KTP anggota keluarganya yang terdaftar dalam KK tersebut.
  4. Pengisian formulir pendaftraran MODEL A.A1-KWK:
    a). Kepala Keluarga/Penghuni Rumah: diisi dengan nama kepala keluarga atau penanggung jawab keluarga atau penghuni.
    b). Alamat: diisi dengan alamat di Kalibata City (Tower/Lantai/Unit)
    c). No. TPS: 27 (untuk RW 09: Akasia s/d Ebony); 28 (untuk RW 10: Flamboyan s/d Kemuning); 29 (untuk RW 11: Lotus s/d Viola).
    d). Nama Pemilih: diisi berurutan sesuai daftar keluarga pada KK dan yang telah berusia 17 tahun pada tanggal 15 Februari 2017.
    e). Kelurahan: Rawajati
    f). RT/RW: diisi sesuai daftar RT/RW terlampir.
    g). TPS No: diisi sesuai butir c di atas.
    h). Tanggal Kunjungan: diisi sesuai tanggal pengisian formulir ini.
    i). Bagian tanda tangan pada Kepala Keluarga/Penghuni Rumah: tandatangani dan tuliskan namanya.
  5. Formulir terdiri dari dua bagian dan isi keduanya harus sama.
  6. Berkas Pendaftaran terdiri dari:
    a). Form MODEL A.A1-KWK yang telah diisi dan ditanda tangani, dilampiri
    b). Fotokopi Kartu Keluarga, dan
    c). Fotokopi KTP dari masing-masing pemilih
  7.  Berkas dapat diserahkan kepada:
    a). Koordinator tower masing-masing (daftar terlampir), atau
    b). Posko KWKC di Damar BL.01 (jadwal akan disusulkan melalui WA).
  8. Berkas agar sudah diserahkan sebelum hari Kamis tanggal 6 Oktober 2016 pukul 20.00
  9. Formulir MODEL A.A1-KWK dapat di download dari kalibatacity.or.id atau grup WA, kemudian di print dan di fotokopi. Atau dimintakan pada Koordinator Tower atau Posko.
  10. Sertakan Formulir Data Warga Kalibata City (terlampir) yang telah diisi bersama berkas saat diserahkan.
  11. Kepada rekan-rekan koordinator wing, koordinator lantai, koordinator KIOS mohon bantuan dan kerjasamanya untuk mensukseskan pendaftaran ini. Silahkan berkoordinasi dengan Koordinator Tower masing-masing.

TERIMA KASIH


Lampiran:
1. Form MODEL A.A1-KWK
2. Daftar TPS (RT/RW)
3. Data Warga Kalibata City
4. Lampiran Pendaftaran Pemilih (Surat Pernyataan)

Facebooktwittermail
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG RUMAH SUSUN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG RUMAH SUSUN

Berikut adalah informasi mengenai Undang-undang RI No. 20/2011 tentang Rumah Susun dan peraturan pelaksana dari UU No.16/1985 yang masih dapat digunakan karena tidak bertentangan dengan UU No. 20/2011.

Dengan berlakunya UU No. 20/2011, maka beberapa hal yang perlu diketahui sebagai berikut:

  1. Nama perhimpunanyang sebelumnya bernama Perhimpunan Penghuni Rumah Sususn (PPRS) sekarang menjadi Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS).
  2. Bila sebelumnya yang wajib membentuk perhimpunan, sekarang Pemilik wajib membentuk PPPSRS (UU No.20/2011 Pasal 74 ayat (1)).
  3. Dalam pembentukan PPPSRS hak suara hanya pada Pemilik yang hadir dan tidak dapat di wakilkan.
  4. Setiap Pemilik hanya memilik satu hak suara meski memiliki beberapa satuan rumah susun (sarusun).
  5. Yang dapat menjadi Pengurus PPPSRS hanya Pemilik yang menghuni. Jadi meskipun pemilik bila tidak tinggal di Kalibata City tidak dapat menjadi Pengurus.
  6. Pelaku Pembangunan ketika masih memiliki sarusun yang belum diserahkan diperlakukan sebagai Pemilik. Sehingga juga terkena kewajiban yang sama seperti Pemilik lainnya.
  7. Kepemilikan Pemilik disamping memilik hak penuh atas sarusunnya juga memiliki bagian bersama yang terdiri dari: Bagian Bangunan bersama, Benda bersama dan Tanah bersama. Seluruh bagian bersama tersebut dikelola oleh PPPSRS.
  8. PPPSRS dalam mengelola pemeliharaan dan perawatan bagian bersama tersebut dapat menunjuk perusahaan pengelola sebagai Badan Pengelola.
  9. Penetapan besarnya Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL) dan Sinking Fund ditetapkan oleh Pengurus PPPSRS.

Bila ada hal-hal lain yang kurang jelas dan ingin ditanyakan silahkan disampaikan ke email pppsrs.kalibatacity@gmail.com atau ke info@kalibatacity.or.id.

Lampiran:

 

Facebooktwittermail
Kompas.com: Polisi Bongkar Prostitusi “Online” di Apartemen Kalibata City

Kompas.com: Polisi Bongkar Prostitusi “Online” di Apartemen Kalibata City

Media nasional Kompas.com edisi 19 Mei 2016 memuat berita dengan judul Polisi Bongkar Prostitusi “Online” di Apartemen Kalibata CityBerikut adalah kutipan artikelnya:

JAKARTA, KOMPAS.com — Polres Metro Jakarta Selatan membekuk N (25), perempuan mucikari prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2016).

N ditangkap lebih kurang pukul 09.00 di unit apartemen yang biasa digunakan sebagai lokasi prostitusi oleh korban dan pelanggannya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, empat pekerja dari mucikari tersebut turut diamankan.

“Pelaku bukan hanya menyediakan atau menjadi perantara, tetapi juga menyediakan fasilitas prostitusi tersebut di salah satu apartemen di Kalibata City,” ujar Tubagus Ade di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2016).

Bisnis prostitusi tersebut terendus setelah warga sekitar melaporkan adanya wanita penghibur yang beroperasi di kawasan Kalibata City.

Menurut Tubagus Ade, N tidak menawarkan para pekerjanya melalui forum online. “Yang unik tidak terbuka, tetapi melalui situs online semua orang bisa masuk. Namun, tidak bisa juga langsung memesan. Dia harus melalui proses tertentu, bergaul di lingkungan itu, baru dikirimi beberapa nama yang akan digunakan,” kata Tubagus.

Adapun tarif yang dikenakan untuk 45 menit jasa “esek-esek” tersebut Rp 350.000 hingga Rp 500.000. Paket itu sudah termasuk kamar dan alat kontrasepsi.

“Jadi, Rp 200.000 untuk jasa si mucikari, sedangkan untuk PSK-nya Rp 150.000,” tambah Tubagus.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 950.000, sebuah ponsel, sebuah buku catatan tamu, dua pak kondom, enam butir obat Primolut, tiga celana dalam, dan bra.

Atas perbuatannya, N dikenakan Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun penjara juncto Pasal 296 KUHP tentang mengadakan perbuatan cabul dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara, dan juncto 506 KUHP tentang mucikari dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun.

Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Icha Rastika

Hal ini terus berulang, dan tampaknya tidak akan berkurang selama P3SRS dan RT/RW bukan dipegang oleh warga Kalibata City sendiri. Bagaimana pendapat Anda? Silakan diskusikan di kolom komentar di bawah atau melalui forum.

Facebooktwittermail