Browsed by
Tag: RT/RW

Kompas.com: Polisi Bongkar Prostitusi “Online” di Apartemen Kalibata City

Kompas.com: Polisi Bongkar Prostitusi “Online” di Apartemen Kalibata City

Media nasional Kompas.com edisi 19 Mei 2016 memuat berita dengan judul Polisi Bongkar Prostitusi “Online” di Apartemen Kalibata CityBerikut adalah kutipan artikelnya:

JAKARTA, KOMPAS.com — Polres Metro Jakarta Selatan membekuk N (25), perempuan mucikari prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2016).

N ditangkap lebih kurang pukul 09.00 di unit apartemen yang biasa digunakan sebagai lokasi prostitusi oleh korban dan pelanggannya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, empat pekerja dari mucikari tersebut turut diamankan.

“Pelaku bukan hanya menyediakan atau menjadi perantara, tetapi juga menyediakan fasilitas prostitusi tersebut di salah satu apartemen di Kalibata City,” ujar Tubagus Ade di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2016).

Bisnis prostitusi tersebut terendus setelah warga sekitar melaporkan adanya wanita penghibur yang beroperasi di kawasan Kalibata City.

Menurut Tubagus Ade, N tidak menawarkan para pekerjanya melalui forum online. “Yang unik tidak terbuka, tetapi melalui situs online semua orang bisa masuk. Namun, tidak bisa juga langsung memesan. Dia harus melalui proses tertentu, bergaul di lingkungan itu, baru dikirimi beberapa nama yang akan digunakan,” kata Tubagus.

Adapun tarif yang dikenakan untuk 45 menit jasa “esek-esek” tersebut Rp 350.000 hingga Rp 500.000. Paket itu sudah termasuk kamar dan alat kontrasepsi.

“Jadi, Rp 200.000 untuk jasa si mucikari, sedangkan untuk PSK-nya Rp 150.000,” tambah Tubagus.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 950.000, sebuah ponsel, sebuah buku catatan tamu, dua pak kondom, enam butir obat Primolut, tiga celana dalam, dan bra.

Atas perbuatannya, N dikenakan Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun penjara juncto Pasal 296 KUHP tentang mengadakan perbuatan cabul dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara, dan juncto 506 KUHP tentang mucikari dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun.

Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Icha Rastika

Hal ini terus berulang, dan tampaknya tidak akan berkurang selama P3SRS dan RT/RW bukan dipegang oleh warga Kalibata City sendiri. Bagaimana pendapat Anda? Silakan diskusikan di kolom komentar di bawah atau melalui forum.

Facebooktwittermail
Siaran Pers KWKC – 10 April 2016

Siaran Pers KWKC – 10 April 2016

Warga KalibataCity Luncurkan Website KalibataCity.Or.Id dan Promosikan Peran Aktif Warga untuk Perangi Kriminalitas Rusun dalam Car Free Day

Jakarta, 10 April 2016 – Akhir Februari lalu warga Kalibata City dikejutkan dengan peristiwa penangkapan bandar narkoba oleh ratusan aparat yang mengepung, menyisir, dan memaksa masuk unit-unit sarusun yang dimuat dalam materi siaran pers berikut http://bit.ly/1QNK8xH. Warga tentu belum lupa juga dengan tragedi pembunuhan dalam waktu yang berdekatan di Tower Borneo dan Ebony beberapa tahun lalu. Bahkan bagi sebagian warga, kejadian tersebut menyisakan trauma tersendiri hingga sekarang. Kemudian sekitar Maret 2015, peristiwa penangkapan jaringan prostitusi online di Tower Jasmine dan Herbras yang cukup menghebohkan, dan peristiwa kriminal lainnya seperti seringnya kejadian pencongkelan unit, kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan, pencurian oleh penyewa, penipuan sewa-menyewa unit, imigran gelap, pelecehan seksual, penipuan konsumen, jaringan prostitusi dan narkoba yang diyakini warga masih menggurita di Kalibata City, dll.
Maraknya peristiwa kriminalitas di rumah susun seperti dicontohkan di atas, sayangnya TIDAK membuat pihak pengelola berubah dan melakukan upaya berarti untuk melakukan tindak pencegahan maupun penanganan. Mandulnya pengelola dari waktu ke waktu ini menjadi salah satu motivasi warga untuk menghimpun diri dan terus aktif dalam Komunitas Warga Kalibata City (KWKC) guna memerangi berbagai bentuk kriminalitas di lingkungannya secara swakarsa dan swadaya. Sandi Edison ketua KWKC menyampaikan keterangannya

“Karena perasaan senasib inilah, kami warga setower maupun antar tower berusaha untuk berperan aktif memberikan kontribusi bagi perbaikan-perbaikan di lingkungan kami. Selain itu kami juga mendukung dan mendorong pemerintah untuk hadir dan turun tangan melakukan berbagai intervensi guna menjaga lingkungan rusun dari berbagai niat dan tindak kejahatan”.

Sandi menambahkan

“Program rumah susun sederhana milik (rusunami) adalah solusi hunian dari pemerintah bagi masyarakat perkotaan berpenghasilan menengah ke bawah yang dianggap tepat. Namun memindahkan manusia dari rumah tapak ke hunian vertikal saja tidak cukup. Hendaknya pemerintah juga memperhatikan aspek sosial pemilik dan penghuninya antara lain dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi keluarga untuk tumbuh, berkembang, dan bersosialisasi layaknya masyarakat yang tinggal di rumah tapak”

lanjutnya

“Pengembang/pengelola yang mengabaikan bahkan melanggar hak-hak warga hendaknya juga ditegur dan diberikan sanksi supaya ada efek jera. Oleh karena pelanggaran dan berbagai dugaan penyimpangan oleh pengembang/pengelola tersebut, jangan lantas menghapus program rusunaminya. Namun hendaknya program ini dievaluasi untuk perbaikan-perbaikan ke depannya. Jadi pemerintah bisa belajar apa yang berhasil dan apa yang tidak”

Bambang RS, Pembina Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) versi warga sekaligus anggota panitia persiapan pembentukan RT/RW dari unsur warga menyampaikan pemikirannya

“PPPSRS yang diharapkan menjadi wadah aspirasi warga rusun umumnya masih dikuasai pengembang sehingga tidak mampu menjalankan perannya. RT/RW sebagai pilar Negara untuk kependudukan adalah lembaga penyeimbang dan sekaligus harapan terakhir warga untuk saluran aspirasi perbaikan-perbaikan lingkungan rusun yang kami harap tidak dikooptasi pula oleh pengembang”

Bambang melanjutkan

“Ikhtiar untuk membentuk RT/RW ini sudah kami lakukan sejak 2011, yakni satu tahun sejak banyaknya persoalan setelah serah terima pertama, namun hingga saat ini belum bisa diwujudkan meskipun kemudian pemerintah dua minggu lalu mengakomodasi dengan membentuk care taker RT/RW dari unsur PNS. Care taker ini akan bekerja hingga warga siap untuk melakukan pemilihan RT/RW dari, oleh, untuk warga”

“Saya dan istri antusias ikut kegiatan car free day bersama KWKC ini dengan harapan publik dapat menaruh perhatian”

Aenudin Purwadiningrat, tokoh pemuda sekaligus pemilik/penghuni dari Tower Nusa Indah menjelaskan alasan partisipasinya dalam car free day

“Warga rusun warga DKI juga lho yang perlu mendapat perhatian dan sentuhan pemerintah juga. Sudah cukup lelah kami mengalami berbagai bentuk ketidakadilan dari pengelola/pengembang. Jangan tambah penderitaan kami dengan pemerintah yang abai dan mengacuhkan segala pengaduan kami”

Aen – panggilan akrabnya – melanjutkan

“Selain itu kami memakai kaos biru bertuliskan TURN BACK CRIME karena kami sangat mendukung program kepolisian guna mengkampanyekan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melawan kejahatan terorganisir di sekeliling kami”

Senada dengan Aen, Chita Manoppo, tokoh wanita dari Tower Herbras menyampaikan pendapatnya

“Saya sengaja mengajak suami untuk ikut meramaikan kegiatan KWKC dalam car free day kali ini karena kami ingin di dengar. Publik harus tahu bahwa saat ini warga rusun adalah warga minoritas yang hak-haknya terpinggirkan. Sudah saatnya pemerintah turun tangan”.

Selain berbagai tujuan yang dijelaskan oleh kedua tokoh warga tersebut, kegiatan KWKC dalam car free day perdana hari ini adalah untuk menjalin silaturrahmi dan keakraban antar warga sekaligus dengan maksud untuk meluncurkan website resmi KWKC http://kalibatacity.or.id . Website ini dibangun dari, oleh, untuk warga sebagai media pelengkap dari seluruh media KWKC yang ada dengan harapan suara warga rusun khususnya warga Kalibata City makin didengar.

Wawancara lebih lanjut dapat menghubungi juru bicara KWKC:
Antonius J. Sitorus 081319234576, Wewen Zie 08558876000, Bambang RS 08129230637, dan Umi Hanik 0817847653.

Facebooktwittermail